8 Kontroversi Mengejutkan Yang Pernah Terjadi Ajang Piala Dunia

Dengan satu alasan atau yang lainnya, kelihatannya dunia sepakbola memiliki segudang momen yang lebih kontroversial daripada dunia olahraga lainnya. Mungkin ini sudah aturan kuno, permainan dibaliknya, atau ketidakmampuan sang FIFA. Terkadang ajang Piala Dunia tidak berjalan sedemikian mestinya dan akhirnya menciptakan momen atau kontroversi yang mengejutkan. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk – hal ini terjadi baik didalam maupun diluar lapangan.

Ada lusinan kontroversi dalam ajang Piala Dunia yang mengejutkan dan dapat diperdebatkan hingga kini. Faktanya, Piala Dunia dapat menghadirkan momen yang membanggakan, tetapi tidak 8 momen dibawah ini.

Harald Schumacher memberikan pukulan telak kepada Patrick Battiston

Salah satu cedera di ajang Piala Dunia paling parah pernah terjadi di Spanyol tahun 1982, dalam pertandingan semifinal antara Jerman Barat dan Prancis. Pada menit ke-58, skor masih 1-1 dan momen mengejutkan pun terjadi. Penyerang asal Prancis, Patrick Battiston menggiring bola menuju ke gawang Jerman untuk berhadapan dengan sang Kiper Jerman Barat, Harald Schumacher.

Schumacher keluar dari garis gawangnya, namun Battiston sempat menyepakkan bola terlebih dahulu (sedikit melebar). Namun Schumacher tidak berhenti berlari dan kemudian menabrakkan tubuhnya ke arah Battiston. Battiston langsung pingsan di lapangan, kehilangan tiga giginya, tulang belakangnya patah dan kemudian mengalami koma. Schumacher seharusnya diusir dari pertandingan tersebut atau mungkin ditangkap, namun wasit hanya memberikan pinalti kepada Prancis setelah Battiston ditandu keluar lapangan.

Gol timnas Prancis dianulir

Masih di ajang yang sama yaitu Piala Dunia 1982 di Spanyol, timnas Pranics masuk ke dalam berita utama di babak penyisihan grup. Prancis berhasil memimpin pertandingan dengan skor 3-1 kontra Kuwait. Dan saat timnas Kuwait berhenti bermain selama beberapa detik, Prancis memanfaatkan momen tersebut dan berhasil mencetak gol menjadi 4-1. Namun Sheikh Fahad Al-Ahmad Al-Sabah dari Kuwait – yang juga merupakan Presiden dari Asosiasi Sepakbola Kuwait,turun ke lapangan untuk melakukan demonstrasi.

Al-Sabah beragumen bahwa pemainnya mendengar peluit dan itulah mengapa mereka semua berdiri dan menyaksikan timnas Prancis mencetak gol. Dia bilang akan menarik semua pemainnya dari lapangan jika gol Prancis disahkan dan bersikeras mengatakan bahwa seseorang diantara kerumunan pasti telah meniup peluit. Wasit asal Ukraina, Miroslav Stupar kemudian menganulir gol tersebut dan pertandingan pun dilanjutkan.

Josip Simunic menerima tiga kartu kuning

Anda akan berpikir jika wasit yang dipilih FIFA akan paham cara menghitung dengan baik. Namun wasit asal Inggris, Graham Poll mengalami kesulitan saat mengemban tugas yang sederhana ini dimana ia memimpin pertandingan grup antara Kroasia dan Australia di tahun 2006. Poll memberikan kartu kuning kepada Josip Simunic dari Kroasia pada menit 61, namun tidak menulis nama di catatannya. Pada menit ke-90, Simunic diganjar kartu kuning kedua – yang berarti seharusnya dia dikeluarkan dari pertandingan tersebut. Simunic tetap berada di lapangan, karena tidak ada wasit yang memerintahkannya untuk keluar meninggalkan lapangan.

Pada peluit akhir, Simunic menerima kartu kuning ketiganya dan Poll baru menunjukkan kartu merah kepadanya. Tidak ada asisten wasit yang melihat kesalahan tersebut. Poll dan krunya dikirim pulang setelah babak penyisihan grup selesai.

Rekor jumlah kartu dalam “Pertarungan Nuremberg”

Masih dalam ajang Piala Dunia 2006 di Jerman, timnas Belanda dan Portugal saling berhadapan di babak 16 besar – semua kekacauan berawal dari sini. Tidak ada tim yang dikenal gemar bermain kotor, namun sang wasit, Valentin Ivanov dari Rusia tidak melihat hal seperti itu begitu pertandingan dimulai. Ivanov akhirnya membagikan 4 kartu merah dan 16 kartu kuning selama pertandingan berlangsung, yang merupakan rekor kartu terbanyak yang dikeluarkan oleh wasit di ajang Piala Dunia.

Pawai kartu dimulai sejak menit kedua, saat pemain Belanda Marco Van Basten diganjar kartu kuning. Luis Figo dari Portugal mungkin seharusnya adalah orang kelima yang dikeluarkan dari lapangan, tetapi ia malah mendapatkan kartu kuning atas sundulannya ke arah Mark van Bommel di menit 60. Portugal menang tipis dengan skor 1-0, tapi Khalid Boulahrouz dan Giovanni van Bronckhorst dari Belanda serta Costinho dan Deco dari Portugal harus dikeluarkan dari lapangan terlebih dahulu.

Pertarungan di Santiago

Pertarungan di Santiago tidak mengeluarkan banyak kartu seperti Pertarungan Nuremberg, tetapi ini jelas menjadi pertarungan yang sangat kejam. Pertandingan ini berlangsung di Chili tahun 1962 saat negara tuan rumah berhadapan dengan Italia. Sebenarnya, kartu kuning belum diciptakan di tahun 1962 – namun kemudian diciptakan oleh Ken Aston yang baru saja menjadi wasit pada pertandingan ini. Aston menyatakan pelanggaran pertama terjadi hanya setelah pertandingan berjalan 12 detik dan membagi-bagikan kartu merah pertamanya ke salah satu pemain timnas Italia sebelas menit kemudian.

Namun, Giorgio Ferrini menolak untuk meninggalkan lapangan sampai pihak kepolisian dikerahkan dan mengantarnya keluar. Pertandingan ini menampilkan banyak pukulan, beberapa pemain tidak sadarkan diri dan setidaknya satu orang mengalami patah tulang hidung. Pemain timnas Italia, Mario David juga diusir dari lapangan karena menendang lawan di kepala pada menit ke-41. Polisi anti huru-hara datang ke lapangan hingga tiga kali dan Aston seharusnya telah mengeluarkan beberapa pemain lagi. BBC mengklaim bahwa ini adalah pertandingan sepakbola paling bodoh, paling mengerikan, paling kotor dan paling parah.

Gol Frank Lampard tidak disahkan oleh wasit di ajang Piala Dunia 2010

Ada momen lain yang sangat kontroversial mengenai tembakan yang melintasi garis gawang saat Jerman dan Inggris berkumpul kembali di Piala Dunia Afrika Selatan tahun 2010. Kali ini ada bukti kontrit dimana bola telah melewati garis, meski Inggris harus angkat koper dari keputusan yang salah setelah wasit tidak mengesahkan gol tersebut.

Inggris bisa saja menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat tendangan jarak jauh Frank Lampard membentur mistar gawang dan memantul ke bawah melewati garis gawang. Bola yang berputar cepat menyebabkannya memantul keluar dari gawang dan wasit Jorge Larrionda dari Uruguay menolak untuk mengesahkan gol tersebut.

Sundulan Zinedine Zidane yang terkenal

Zinedine Zidane bisa saja pensiun dengan momen yang indah disini, namun ternyata, ia kehilangan sisi ketenangannya saat menghadapi Italia di ajang final Piala Dunia 2006. Di masa-masa perpanjangan waktu, Zidane mendaratkan sundulannya ke dada pemain timnas Italia, Marco Materazzi hingga tersungkur di lapangan.

Zidane diusir dari lapangan karena dinilai melakukan pelanggaran keras, namun pertandingan masih harus berlanjut hingga menit ke-120. Italia kemudian keluar sebagai pemenang dalam drama adu pinalti dengan skor 5-3 dan Zidane pasti akan dilirik oleh warga Prancis selama beberapa tahun ke depan. Kemudian dilaporkan bahwa Materazzi membuat Zidane kesal dengan melontarkan kalimat menghina ibu dan adik Zidane. Ini adalah pertandingan terakhir dalam karir Zidane yang dinyatakan cemerlang.

Andres Escobar dibunuh karena mencetak gol bunuh diri

Kejadian ini adalah salah satu yang terburuk dalam sejarah semua olahraga, tak hanya di Piala Dunia. Ini terjadi di Piala Dunia tahun 1994 di Amerika Serikat saat bek asal Kolombia bernama Andres Escobar secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan grup melawan AS. Timnas AS melaju ke babak berikutnya dengan skor 2-1 dan berarti Kolombia akan tersingkir setelah babak penyisihan grup selesai, sebuah kekecewaan yang begitu mendalam karena berakhirnya jejak timnas yang diharapkan bisa memperebutkan kejuaraan.

Pertandingan tersebut berlangsung pada 22 Juni dan seminggu kemudian, Escobar yang berusia 27 tahun ditemukan tewas di sebuah bar di kota Medellin, Kolombia. Diketahui sebelum tewas, Escobar sempat bertemu dengan tiga orang pria, mereka berdebat dan dua diantaranya menarik pelatuk sejata. Escobar ditembak sebanyak 6 kali dan tewas ditempat. Para penembak tersebut dilaporkan meneriakkan “gol” pada setiap peluru yang ditembakkan ke arah Escobar. Lebih dari 120.000 orang menghadiri pemakaman Escobar dan sebuah patung didirikan untuk menghormatinya. Salah satu pembunuh mengaku telah melakukan kejahatan tersebut karena ia bertaruh banyak uang pada timnas Kolombia. Sang pembunuh hanya mendekam di penjara selama 11 tahun.

Saat ini untuk bisa memainkan taruhan judi bola, kita bisa melakukannya melalui online pada sbobet. Kalian bisa belajar pada cara daftar sbobet daftar judi online di situs judi bola. Sedangkan untuk cara bermain sbobet atau bermain mix parlay. Ini untuk yang live casino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *